Benarkah Bahaya Mata Minus Tinggi Sebabkan Kebutaan ?

Benarkah Bahaya Mata Minus Tinggi Sebabkan Kebutaan ?

Benarkah Bahaya Mata Minus Tinggi Sebabkan Kebutaan ?

Apa jadinya jika minus mata yang tinggi tidak segera diatasi ? Dapat membuat penglihatan semakin menurun atau hingga menyebabkan kebutaan ? Nah artikel kali ini kami akan mencoba membahas berbagai kemungkinan negatif dari minus mata tinggi tersebut yang kami kutip dari beberapa artikel.

So … Let’s find out …

Apa sebenarnya mata minus ?

Seperti yang sering dirasakan oleh Anda sebagai seorang penderita, mata minus sendiri adalah penyakit mata yang ditandai dengan adanya gangguan melihat pada jarak yang terlalu jauh, contohnya ketika membaca, menonton TV dan film penderita mata minus cenderung akan melihat dengan jarak yang lebih dekat.

Tidak hanya gejala tersebut, mata minus juga kerap kali diikuti dengan tanda atau gejala lainnya seperti sering berkedip, sakit kepala atau pusing, mata tegang dan terasa lelah hingga terkadang harus menyipitkan mata ketika melihat jarak yang jauh.

Orang dengan miopia atau mata minus memiliki mata yang membelokkan cahaya yang masuk ke mata Anda terlalu banyak, yang berarti bahwa cahaya datang ke titik fokus sebelum mencapai retina Anda.

Hal ini membuat penglihatan kabur dan disebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang atau kornea (jendela yang jelas di depan mata) menjadi lebih curam. Ketika Anda bergerak lebih dekat ke objek, ini mengubah fokus cahaya dan objek kemudian fokus pada retina dan oleh karena itu terlihat jelas.

Walaupun mata minus lebih sering terjadi pada usia mereka yang masih anak-anak, namun diketahui bahwa penyakit mata minus ini juga dapat terjadi pada mereka yang masih berusia lebih dewasa bahkan orang tua. Ada beberapa hal yang diyakini berperan mengapa seseorang mengembangkan penyakit mata minus seperti :

  1. Gentik ( faktor gentik menjadi salah satu faktor utama mengapa Anda memiliki penyakit mata minus ).
  2. Kondisi lingkungan ( risiko mata minus juga semakin meningkat saat seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan ).
  3. Membaca ( terlalu dekat dan terlalu lama membaca diketahui dapat menjadikan mata berkerja lebih keras dari biasanya, lama kelamaan mata dapat menjadi lelah dan tegang ).

Lalu, benarkah minus mata tinggi dapat menyebabkan kebutaan ?

Banyak orang memiliki miopia di bawah -6.00D, tetapi beberapa orang memiliki tingkat miopia yang jauh lebih tinggi. Seberapa tinggi myopia Anda dapat menjadi tanda apakah itu dapat menyebabkan masalah lebih lanjut dengan mata Anda atau tidak.

Kebanyakan orang dengan miopia kurang dari -6.00D tidak akan mengembangkan masalah lebih lanjut dan biasanya mudah ditangani oleh kacamata atau lensa kontak. Ini kadang-kadang dikenal sebagai miopia sederhana.

Namun, pada beberapa orang dengan miopia atau mata minus lebih tinggi dari -6.00D mungkin dapat beresiko yang memerlukan perawatan selain kacamata. Ini juga dikenal sebagai miopia degeneratif atau patologis, tetapi tidak semua orang dengan miopia di atas -6.00D akan mengembangkan ini.

Mata minus tinggi meningkatkan risiko retinal detachment atau biasa dikenal sebagai ablasoi retina. Retina adalah jaringan di bagian belakang mata yang memberi sinyal pada otak sebagai respons terhadap cahaya.

Ketika terlepas, ia menarik diri dari jaringan di bawahnya yang disebut koroid. Darah dari koroid memasok retina dengan oksigen dan nutrisi.Jika tidak segera ditangani, pelepasan retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Miopia tinggi progresif umumnya tidak menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan, namun perpanjangan aksial mata disertai dengan miopia progresif tinggi dapat menyebabkan penipisan jaringan sensitif cahaya yang dikenal sebagai retina, yang pada gilirannya dapat menyebabkan retina robek dan retinal detachment . Hal ini juga dapat menyebabkan miopia patologis, di mana penipisan makula terjadi yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang permanen, bahkan menghancurkan.

Miopia tinggi juga dapat meningkatkan risiko katarak dan glaukoma. Katarak adalah kekeruhan lensa mata. Glaukoma adalah sekelompok penyakit yang merusak saraf optik, yang membawa sinyal dari retina ke otak.

Dalam penelitian terbaru tentang katarak dan hasil operasi katarak di kalangan orang Korea dengan miopia tinggi, para peneliti menemukan katarak cenderung berkembang lebih cepat pada mata yang sangat rabun dibandingkan dengan mata normal.

Bahkan miopia ringan dan sedang – telah dikaitkan dengan peningkatan prevalensi glaukoma. Dalam studi Australia yang sama yang disebutkan di atas, glaukoma ditemukan pada 4,2 persen mata dengan miopia ringan dan 4,4 persen mata dengan miopia sedang hingga tinggi, dibandingkan dengan 1,5 persen mata tanpa miopia.

Penulis penelitian menyimpulkan ada hubungan yang kuat antara miopia dan glaukoma, dan bahwa peserta yang rabun jauh dalam penelitian memiliki risiko glaukoma dua sampai tiga kali lebih besar daripada peserta tanpa miopia.

Itulah bahaya minus tinggi yang kami kutip dari beberapa sumber :

  • https://nei.nih.gov/health/errors/myopia
  • https://www.myopiainstitute.com/correcting-eyesight/management-high-myopia/
  • https://www.allaboutvision.com/parents/myopia-progression.htm

Baca juga artikel lainnya :

Bahaya Terapi Lilin Bagi Penderita Penyakit Mata Minus

Gejala, Ciri & Tanda Dari Penyakit Mata Minus Lebih Jauh

Posted by Obat mata minus alami terbaik

Benarkah Bahaya Mata Minus Tinggi Sebabkan Kebutaan ?

Please follow and like us:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.